[MOVIE REVIEW] WONDER

[SPOILER ALERT] PostinganĀ ini mengandung banyak spoiler. Kalau belum nonton filmnya dan nggak suka sama spoiler, jangan dibaca ya!

Haaloo, nggak terasa udah 11 hariiii absen nge-blog huhuhu!

Memang karena sibuk menyelesaikan kerjaan yang lain dan juga tepar kena flu berat serta batuk, ditambah cuaca yang terus menerus hujan. Yaudah bobo-bobo cantik aja šŸ™

Tapi btw tanggal 16 kemarin si Ivy lagi di rumah neneknya sejak pagi, nah jadinya kami berdua kesepian, trus yaudah ke bioskop aja nonton Wonder. Film ini sebenernya udah lama sih rilisnya sejak awal Desember 2017 kemarin cuman emang baru masuk Kediri minggu ini. Di Kediri selalu gitu, film-film keren malah masuk belakangan. Nasib kota kecil. Hiks.

Sebelum berangkat udah nebak nanti di bioskop pasti sepiiii yang nonton film ini. Para dedek ABG pasti lebih memilih nonton Insidious, Ayat-ayat Cinta, atau Surat Cinta untuk Starla. Sambil nahan lapar karena belum makan siang, kami memutuskan berangkat pukul 14.30. Sesampai di sana masih harus nunggu beberapa menit karena filmnya tayang pukul 15.10. Yaudah kami beli makanan dan jajanan dulu buat dimakan di dalam bioskop. Pas kami beli tiket, taraaa! Kami orang ke 4 yang beli tiket Wonder, padahal 5 menit lagi film dimulai. Sesuai ekspektasi kalau film ini bakalan sepi, sedangkan di loket lain antriannya sangat panjang sampai berjubel. Justru malah enak sih ya, udah kayak bioskop pribadi :D.

Akhirnya di dalam bioskop Cuma ada 9 orang yang nonton. Itu juga yang dua orang petugas bersih-bersih bioskop yang ikutan nonton T_T.

Wonder merupakan film drama keluarga dan persahabatan yang diangkat dari sebuah novel dengan judul yang sama yang diproduseri oleh Stephen Chbosky yang juga merupakan produser dari film Beauty and the Beast. Film ini bercerita tentang seorang anak kecil bernama August Puller (Auggie) yang diperankan oleh aktor cilik dalam film Room, Jacob Tremblay, yang memiliki penyakit bernamaĀ ā€œmandibulofacial dysostosisā€œ. Sebuah penyakit yang membuat kondisi wajahnya berbeda dengan anak-anak seumurannya sehingga dia sejak lahir harus melewati 27 operasi agar dia bisa melihat dan mendengar dengan normal, memperbaiki kondisi wajah, dan bagian kepalanya.

Sejak kecil Auggie homeschooling yang diajar sendiri oleh ibunya, Isabel. Hingga saat dia akan naik ke kelas 5, orang tuanya memutuskan untuk memasukkan Auggie ke sekolah umum. Nah mulai dari sini sebaiknya kalian segera nyiapin tissue, karena mendengar rencana ortunya yang akan memasukkannya ke sekolah umum udah bikin saya mbrebes mili. Yaa karena udah bisa ditebak sih kalau Auggie bakal di-bully teman-temannya karena memiliki bentuk fisik yang berbeda dengan yang lain. Sebagai seorang ibu saya tentunya baper banget ngelihat cerita-cerita seperti ini. Hiks hiksss!

Dalam film ini sangat ditunjukkan bagaimana keluarga sebagai suport system yang utama bagi anak. Terlihat bagaimana keluarga Auggie sangat mencintai, men-support, dan tak henti-hentinya orang tua Auggie meyakinkan bahwa dia tidak berbeda dengan teman-temannya tentunya dengan kalimat-kalimat mutiara nan ajaib yang keluar dari mulut ibunya.

Tibalah saat hari pertama masuk sekolah seperti yang sudah saya duga, Auggie bakal menerima bully dari teman-temannya. Seperti yang saya duga pula bahwa Auggie bakal nangis dan murung saat pulang sekolah, marah dengan ortunya yang memasukkannya ke sekolah, dan dugaan-dugaan lain yang ternyata bener semua. Maaf saya memang begitu kalau nonton film, suka nebak-nebak terus, nanya mulu ke suami, udah gitu kalau pas nonton di rumah filmnya baru berjalan beberapa menit sayanya malah tidur. Persis seperti gambar berikut:

AuggieĀ ini merupakan anak yang sangat baik, sangat pandai, menyukai sains, menyukai hal-hal berbau luar angkasa serta NASA, dan merupakanĀ pecintaĀ beratĀ Star Wars.Ā Dekorasi kamarnya penuh dengan aksesoris Star Wars, suka main lightsober dengan ayahnya, dan dia punya helm astronot yang dipakainya ke mana-mana karena dia minder dan malu dengan bentuk wajahnya. Jadi sengaja buat nutupin wajahnya gitu. Huhuhu.

Gambar dari sini

Di sekolah Auggie memiliki teman bernama Jackwill. Tapi sempat musuhan sebentar karena di belakang Auggie, si Jackwill ini ngomongin si Auggie. Tapi ya konflik nggak serumit orang dewasa kalau musuhan sampai nge-block nomer hp dan sosmed. Mereka habis maaf-maafan yaudah balik sahabatan lagi. Selain Jackwill, Auggie sahabatan juga sama gadis manis dan pinter, namanya Summer. Pokonya semua nama Summer di film-film itu semuanya manis dan pinter. Kayak 500 Days of summer contoh lainnya. Huft.

Di sisi lain, kita diajak mengenal lebih dekat dengan tokoh-tokoh yang lain. Seperti kakaknya Auggie, Via, yang ternyata selama ini merasa iri dan merasa tidak diperhatikan oleh ortunya, karena sejak ada Auggie ortunya selalu sibuk dan fokus ngurusin Auggie aja. Ini mirip sama certa di film My sister Keeper yang si kakak sengaja minggat buat cari perhatian dan biar dicariin, eh ternyata nggak dicariin sama ortunya L. Tapi ini si Via cari distraksi dengan ikut kelas drama di sekolahnya. Nah di kelas drama ini dia akhirnya mendapatkan perhatian dari cowo dan kemudian mereka pacaran.

Selain Via, ada juga tokoh Miranda yang merupakan sahabat si Via. Mereka dari kecil sahabatan tapi tiba-tiba setelah camp musim panas Miranda berubah, nggak mau lagi temenan sama Via. Di chapter Miranda ini bakal diceritain tentang Miranda secara lebih jelas. Selain Miranda, si Jackwill juga bakal diceritain di chapter tersendiri. Saya suka sama pengemasan dan bagaimana cara menceritakan karakter dari tokoh lain. Dari situ pula saya jadi belajar ternyata setiap orang memiliki latar belakang kisah hidup yang berbeda (yaiyalahhh T_T), sebab akibat kenapa orang tersebut sampai jahat/menutup diri/menjauh dari orang lain. I mean, please donā€™t judge book by itā€™s cover. Seperti bagiaman Auggie dan keluarganya struggling dan surive dengan kondisi Auggie seperti itu, nah orang yang melihat justru malah membully. Bagaimana Miranda menghadapi problematika perpisahan orang tuanya sampai dia mengaku-ngaku memiliki keluarga yang indah, ideal, dan mengaku memiliki adik berkebutuhan khusus (Auggie) sehingga dia stay away dari Via karena sebebenrnya dia malu sama Via dan teman-temannya terlanjur mempercayainya semua cerita karangannya.

Saya merasakan ada plot-hole di film ini. Saat Via dan Miranda kembali baikan itu nggak diceritain secara deail dan gimana maaf-maafannya. Padahal kalau dilihat si Miranda ini termasuk memiliki ā€˜dosa besarā€™ sama Via. Ya masak gitu doang sih proses kembali baikannya? Trus saat Auggie dan Jackwill kembali baikan juga gitu, me be like, ā€œlah Cuma gitu doang??ā€. Atau mungkin memang dipersimpel karena memang yaa namanya juga anak-anak, kalau musuhan paling juga gitu doang, ntar juga baikan lagi, main bareng lagi.

Oh iya, bagian yang paling bagus dari film ini menurut saya sih kita bisa melihat bagiaman pihak sekolah dan guru-gurunya ā€“yang biasanya acuh dan mengabaikan- bener-bener stand up dalam membasmi bulliying di sekolah. Nah, harusnya guru-guru di Indonesia nonton film ini, biar mereka tau dan belajar gimana caranya memberantas bulliying di sekolah. Bulliying=nggak ada ampun. Itu temen Auggie, Jullian, yang suka bully dan men-terror loker Auggie juga langsung dikeluarin sama kepala sekolah. Meskipun ortu Jullian tajir melintir dan udah nyumbang banyak ke sekolah tapi tetep aja, nggak ada tempat bagi siswa tukang bully. Ada quote favorit dari film ini, yaitu:

“When given the choice between being right or being kind, choose kind.”

Gambar dari sini

Meskipun rating film ini di IMDB 8.1 dan di Rotten Tomatoes 85% jujur aja saya kok bosen nontonnya. Alurnya ketebak, nggak ada gregetnya, apalagi plot twist-nya. Pure drama keluarga dan persahabatan. Film-film seperti ini sih buat saya cocoknya ditonton di rumah aja, sambil makan indomie dan selimutan rada-rada ngantuk gitu. Ini gara-gara saya keseringan nonton Black Mirror, jadi nonton ini nggak ada gregetnya, Cuma buang-buang tissue aja karena dikit-dikit mewek L

Cerita film ini serasa ā€˜menamparā€™ saya dan mengingatkan saya akan banyak hal antara lain.

  1. SABAR DAN HARUS BANYAK BERSYUKUR.

Ibu Auggie (dan juga bapaknya sih), kelihatan banget kalau dia orangnya penyabar dan bijaksana. Bagaimana nggak sabar, dia dari ngelahirin Auggie mengasuh Auggie sepenuh hati, nggak ngeluh (meski ngeluh toh juga kita nggak tau orang nggak diceritain di film), rela menunda tesisnya demi Auggie, menjadi guru buat Augie di rumah, dan bagaimana cara dia mencairkan suasana serta membuat Auggie kembali semangat saat Auggie bener-bener merasa down dan nggak berarti. Lah sedangkan saya, orangnya nggak sabaran, dikit-dikit suka marah, nggak telaten momong. Padahal seharusnya saya harus banyak banget bersyukur karena diberi anak yang sehat dan sempurna nggak kurang satu apapun, nggak perlu ngalamin apa yang dialamin ibunya Auggie. Huhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhu.

Tuh, kelihatan kan kalau ibunya sabar banget. Gambar dari sini.

  1. STOP BULLIYING

Bagaimana nanti saat Ivy sudah masuk ke sekolah umum dan dia di-bully atau malah menjadi anak yang suka bully teman-temannya. Ini PR banget buat saya dan saya rasa ortu yang lain juga bagaimana kita mendidik anak agar nggak jadi tukang bully dan bagiaman kita STAND di belakang anak saat anak-anak kita di-bully seperti apa yang dilakukan oleh ortu Auggie. Lha ini si tukang bully, Jullian, bukannya dimarahin sama ortunya karena bully temen-temennya, eh malah dibelain dan ngaku-ngaku kalau yang gambar-gambar terror Auggie itu yang bikin ibunya, bukan si Jullian. Apeu! Mudah-mudahan kita nggak jadi ortu seperti itu ya. Jadi udah tau kan ya kalau sebenernya bulliying itu bisa kita berantas sejak dari rumah (baca: didikan ortu)?

  1. PILIH TEMAN TAK PANDANG BULU

Ini sih di mana-mana juga ada ya, nggak cuma tampilan fisik tapi kekayaan ortu juga menjadi alasan. Yang ortunya tajir kumpul jadi satu sama anak-anak orang tajir juga sehingga merasa ā€˜antiā€™ sama anak-anak biasa. Plis jangan ya! Ini juga PR kita bagaimana mendidik anak-anak kita agar mau berteman dengan siapa saja, nggak perlu lah pilih-pilih teman. Yang berhati dan bersikap baik, maka akan berteman dengan teman-teman yang baik pula, sebaliknya jika berhati dan bersikap buruk, maka akan berkumpul dengan orang-orang yang jahat hati dan buruk perilakunya.

Jadi gimana, tertarik nggak nonton film Wonder ini? Yang udah menjadi orang tua pokoknya HARUS NONTON. Bapak ibu guru juga sebaiknya nonton film ini. Trus yang masih jomblo ya nggak apa-apa nonton film ini. Filmnya sangat bagus. Anak muda juga kadang-kadang harus nonton film-film keluarga seperti ini. Nggak melulu nonton film horror dan juga cinta-cintaan. Film keluarga seperti ini juga isinya penuh cinta kok. Jadi, tunggu apalagi, yuk nonton!

2 Comments

    • Iya, Mbaaa! Bikin terharu yaah, saya beberapa kali berkaca-kaca saat nontonnya huhuhu. Udah bbrp kali nonton tapi ga bosen2 juga hihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *