LIFE MOTHERHOOD

HAPPY BIRTHDAY, IVY!

Hari ini Ivy ulang tahun. Ngga terasa udah berumur empat tahun. Ngga terasa pula kami berdua, saya dan partner, menjadi orang tua. Merayakan ulang tahun Ivy sama halnya dengan merayakan peran kami sebagai orang tua. Menurut saya emang ​​patut dirayakan karena menjadi orang tua memang sangat berat. Haha!

Percaya atau ngga percaya, menurut saya memiliki anak membuat hal-hal sepele menjadi lebih ribet. Jadi bisa dibilang kalau ngga mau hidup yang udah ribet ini jadi tambah ribet, mending pikir ulang kalau mau punya anak. Ini bukan nakut-nakutin ya, tapi lebih ke fakta aja kalau sebenernya punya anak itu ribet banget :D.

Meski ribet, menjadi orang tua bener-bener mengubah hidup kami berdua. Tentunya mengubah kami berdua menjadi lebih baik. Udah empat tahun lebih sembilan bulan saya belajar untuk menjadi ibu yang sabar namun sampai sekarang belum berhasil juga. Belajar menjadi orang yang sabar memang sangat sulit. Kadang saya lupa kalau Ivy cuma anak kecil yang ngga bisa disamain dengan orang dewasa. Saat mood saya sedang ngga bagus atau saat PMS, saya bisa marah-marah cuma karena dia numpahin air minum. Padahal numpahin air minum itu bukan masalah yanh besar dan ngga membahayakan. Nah, di situlah saya selalu merasa bersalah tiap habis marah-marah sama Ivy. Kadang saya merenung dan berfikir, apakah saya adalah salah satu orang tua yang toxic bagi anak saya? Hiks.

Kebalikannya si partner. Dia sih orang yang super duper sabar. Seumur hidupnya Ivy bisa dibilang dia ngga pernah marah-marah sama Ivy. Itulah sebabnya tiap saya marah Ivy selalu lari ke papahnya. Tiap PPD saya kambuh, saya milih menghindar dari Ivy dan membiarkan Ivy diasuh oleh papahnya. Untung aja Ivy tuh deket banget sama papahnya. Kalau kami berdua pergi, pasti yang ditanyain si papah, bukan saya. Huhu.

Baca lagi: Berbagi Tugas Domestik dengan Suami

Selain belajar bersabar, sejak jadi ibu saya jadi lebih kasihan ke orang lain, lebih banyak berbuat baik, bersedekah, dan hal-hal baik lainnya. Karena saya percaya apa yang saya perbuat saat ini akan berdampak pada anak cuci saya nanti. Saya percaya, karma does exist.

Sampai saat ini saya merasa belum bisa menjadi ibu yang baik untuk Ivy. Lebih banyak merasa bersalah sama dia. Melahirkan Ivy tidak otomatis menjadikan saya sebagai seorang ibu. Hamil dan ngelahirin doang sih gampang. Begitu juga dengan papahnya. Menghamili saya doang sih ngga otomatis menjadikannya sebagai seorang ayah. Yang susah itu merawatnya tiap hari. Tapi saya dan partner juga selama ini selalu berjuang mati-matian untuk Ivy. Berjuang bersama, mengasuh bersama. Apa aja kami lakukan untuk Ivy. Dulu suka males-malesan kerja, sekarang kamj ngga mau males-malesan lagi mengingat biaya hidup yang semakin mahal. Kami takut kebutuhan Ivy nanti ngga tercukupi. Kami ngga mau Ivy hidup susah dan menderita. Kalau kayak gini terdengar berlebihan ngga, sih? 😀

Eh tapi beneran, deh. Saya dan partner akhir-akhir ini sering anxiety dan kurang tidur cuma gara-gara over thinking, mikirin masa depan Ivy dan gimana-gimananya nanti. Haha! Yang paling saya takuti, akhir-akhir ini marak terjadi kejahatan-kejahatan terhadap perempuan. Bagaimana nanti saat Ivy udah gede kejahatan-kejahatan di dunia ini justru semakin parah? Bagaimana kalau dia nanti hidupnya ngga aman? Bagaimana cara saya membekalinya agar siap menghadapi kejamnya dunia ini?:(

Inhale, exhale …

Btw, selamat ulang tahun, Ivy.

Mudah-mudahan suatu saat kamu membacanya, ya. Meskipun hari ini kami berdua udah puluhan kali ngucapin selamat ulang tahun secara langsung, tapi kamu perlu tau bahwa mamah sama papah sangat mencintai dan mencintaimu melebihi apapun di dunia ini. Meski kadang mamah sering marah-marah, tapi percayalah di dalam hati mamah juga banjir air mata, dan ngga jarang juga tiap habis marah mamah pura-pura pipis ke kamar mandi itu sebenernya engga pipis tapi ngusap air mata. Sengaja sembunyi biar kamu ngga lihat aja :D. Don’t worry, mamah sama papah akan selalu ada dan menjagamu sampai kapan pun :*

Leave a Reply

Your email address will not be published.