JOURNALING LANGUAGE JOURNAL

MENULIS JURNAL UNTUK BELAJAR BAHASA JEPANG

Sejak November tahun 2020 lalu, saya mencoba untuk memulai belajar bahasa Jepang. Tujuan saya waktu itu cuma satu sih, biar bisa nonton anime tanpa subtitle. Haha! Mulai deh saya belajar bahasa Jepang dari browsing materi yang gratisan dan juga nonton Youtube.

Selain di website belajar bahasa Jepang dan Youtube, biasanya saya belajar dari Instagram. Di Instagram banyak sekali akun belajar bahasa Jepang. Nah, menurut saya lebih mudah dipahami belajar dari akun-akun belajar di Instagram daripada di website karena cara penyampaian materi yang menarik, singkat, dan to the point.

Pembelajaran dimulai dari yang paling dasar, yakni menghafal huruf hiragana dan katakana. Ngga lama sih, cuma tiga minggu saya udah hafal semua hurufnya. Setelah itu, saya bingung, belajar apa lagi ya enaknya? Karena saya ngga punya guru, saya kebingungan, tersesat, dan ngga tau arahnya habis itu belajar apa lagi? 🙁

Ya sudah akhirnya saya lanjut untuk mempelajari partikel yang sampai sekarang saya masih sering bingung dan ketuker-tuker penggunaannya.

Selang beberapa minggu kemudian akhirnya saya bosan dan malas melanjutkan belajar lagi dan memutuskan untuk berhenti belajar. Kebetulan juga waktu itu saya sibuk kerja, mau belajar udah capek duluan dan ngga mood.

Fast forward ke Oktober 2021, saya tiba-tiba pengen melanjutkan belajar lagi dengan membeli  beberapa buku teks dan juga binder khusus yang akan saya gunakan untuk menulis jurnal harian/diary dalam bahasa Jepang. Iya betul, sebelumnya saya ngga punya buku teks sama sekali karena memang saya rasa belum butuh untuk membeli buku teks. HIngga saat ini saya memakai rangkaian seris Marugoto dan juga Minna Nihongo I. Kalau untuk persiapan tes JLPT, saya menyarankan menggunakan Minna Nihongo karena isinya lebih komplit dan memang dirancang untuk keperluan tes JLPT.

 

Buku Gratis dari NHK World Japan

Oh iya, saya sempat mendapatkan buku teks gratis dari NHK World Japan. Jadi waktu itu saya email ke NHK World dan minta dikirimi buku gratis untuk belajar bahasa Jepang. Bukunya berbahasa Indonesia ya. Buku tersebut ada 18 bahasa. mereka kirim sesuai negara di mana orang yang meminta buku tersebut tinggal. Berhubug saya berdomisili di Indonesia, jadi tentu saja saya dikirimi buku berbahasa Indonesia. Ongkos kirimnya juga gratis, lho, meski langsung dikirim dari Jepang!

Setelah saya review dan ingat-ingat lagi kenapa awal tahun 2021 saya berhenti belajar, ternyata waktu itu saya males hafalin kanji. Saya kesulitan menghafal dan menggunakan kanji. Menghafal cara baca onyomi dan kunyomi juga menurut saya susah dihafal.

Akhirnya saya mencoba untuk menulis diary kegiatan sehari-hari dalam bahasa Jepang, lengkap dengan penggunaan grammar, dan juga kanji. Voila! Ternyata dengan cara menulis diary sangat memudahkan saya untuk belajar dan menghafal vocabularies, grammar, dan juga kanji secara bersamaan. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Ternyata lebiih menghemat waktu dan jauh lebih mudah untuk dipahami dibandingkan metode belajar yang lain.

Meski sebenernya saya masih kesulitan dalam menggunakan konjungsi yang membuat antar kalimat di dalam paragraf terasa kurang kohesif. Tapi engga apa-apa, small progress is still progress, right?

 

Agar saya ngga tersesat dan berhenti lagi di tengah jalan, saya membuat tujuan yang lebih serius dibanding cuma kepengen nonton anime tanpa subtitle. Ya, saya kepengen tahun ini ikut tes JLPT tingkat pemula atau N5. Mudah-mudahan bisa ikut pada bulan Juli, kalau pun ngga bisa ikut bulan Juli, paling ngga bulan Desember nanti saya bisa ikut.

Sebenernya membaca cerita pengalaman orang-orang yang gagal ikut tes membuat saya jadi minder. Haha! Mana kebanyakan orang-orang gagalnya di tingkat N5 semakin membuat saya maju mundur untuk melanjutkan belajar. Tapi kalau belum dicoba, kita ga akan tau. Ya, kan?

Belajar bahasa Jepang maupun bahasa asing lain akan sangat sulit dan mudah lupa kalau sekadar dihafal. Dengan menulisnya secara berulang-ulang akan lebih memudahkan kita untuk mengingatnya dan memori pelajaran yang sudah kita pelajari akan lebih mudah masuk ke dalam long-therm memory milik kita. Mungkin ke depannya saya akan terus menggunakan languange journal sebagai media belajar.

Selain menggunakan bahasa Jepang, saya juga membuat daily journal dalam bahasa Inggris. Tujuannya sama, biar saya lebih lancar berbahasa Inggris dan bisa memperbanyak kosakata dalam bahasa Inggris. Wish me luck! 🙂

Leave a Reply